Rabu, 21 November 2007
Keyakinan
Demi sebuah pertemuan
Aku datang...
Menanti sosok yang entah kapan akan menampakkan rupa
Kala kubuka pintu yang sama
Terus dan terus kucari
Keberadaan yang tak pernah ada
Aku layaknya orang yang kehilangan sesuatu
Tapi tak tahu apa yang telah hilang
Aku layaknya orang yang mencari sesuatu
Tapi tak tahu apa yang sedang kucari
Aku layaknya orang yang menemukan sesuatu
Tapi tak tahu apa yang sudah kutemukan
Pada akhirnya...
Yang tersisa hanyalah hampa
Namun, tak pernah ada sesal
Karena...
Aku percaya apa yang kuyakini bisa kupercaya
Laksana bintang yang saling menyinari
di pelabuhan Bima Sakti
Laksana siang yang menerangi malam
Laksana langit sore saat meneteskan air mata
Laksana itulah syukur yang terucap
Aku bisa mempercayai sesuatu hal
yang berarti bagiku...
Aku datang...
Menanti sosok yang entah kapan akan menampakkan rupa
Kala kubuka pintu yang sama
Terus dan terus kucari
Keberadaan yang tak pernah ada
Aku layaknya orang yang kehilangan sesuatu
Tapi tak tahu apa yang telah hilang
Aku layaknya orang yang mencari sesuatu
Tapi tak tahu apa yang sedang kucari
Aku layaknya orang yang menemukan sesuatu
Tapi tak tahu apa yang sudah kutemukan
Pada akhirnya...
Yang tersisa hanyalah hampa
Namun, tak pernah ada sesal
Karena...
Aku percaya apa yang kuyakini bisa kupercaya
Laksana bintang yang saling menyinari
di pelabuhan Bima Sakti
Laksana siang yang menerangi malam
Laksana langit sore saat meneteskan air mata
Laksana itulah syukur yang terucap
Aku bisa mempercayai sesuatu hal
yang berarti bagiku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar